Internasional

Nasional

Daerah

Nasional

Recent Posts

Sempena Hari Koperasi 2026, Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Kepri Melakukan Launching Buku Karya Pemuda Kabupaten Lingga

Views Juli 15, 2026

Gambar: Laonching dan Serah Terima Buku kepada Kepala Dinas Koperasi Provinsi Kepri 

Tanjungpinang – Semangat Hari Koperasi Nasional Tahun 2026 di Provinsi Kepulauan Riau tidak hanya diwarnai dengan penguatan kelembagaan koperasi dan pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), tetapi juga menjadi momentum lahirnya sebuah karya literasi yang mengangkat realitas pembangunan ekonomi kerakyatan di wilayah kepulauan.

Bertempat di Aula Pertemuan Hotel Aston Tanjungpinang, kegiatan peringatan Hari Koperasi Tahun 2026 yang berlangsung selama dua hari, Selasa hingga Rabu (14–15 Juli 2026), menjadi saksi peluncuran buku berjudul "Menepis Gelombang Menuai Harapan", karya putra Kabupaten Lingga, Azrani Ery Saputra bin Azir.

Peluncuran buku tersebut dilaksanakan oleh Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Kepulauan Riau sebagai salah satu rangkaian kegiatan resmi Hari Koperasi Tahun 2026. Momentum ini menjadi simbol bahwa pembangunan koperasi tidak hanya membutuhkan kebijakan dan program, tetapi juga dokumentasi, refleksi, serta narasi yang mampu menjadi referensi bagi generasi berikutnya.

Sekaligus simbolis menandatangani buku tersebut, acara ini juga dibuka diresmikan oleh Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Kepulauan Riau **Riki Rionaldi, S.STP., M.Si.**, jajaran Dekopin Provinsi Kepulauan Riau, para Ketua Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP), pengurus koperasi sekunder dari Kota Tanjungpinang dan Kabupaten Bintan, para dosen dan akademisi dari Tanjungpinang, Bintan, dan Batam, serta perwakilan berbagai pihak swasta yang memiliki perhatian terhadap pengembangan ekonomi kerakyatan.

Peluncuran buku tersebut memberikan warna berbeda pada peringatan Hari Koperasi tahun ini di Provinsi Kepri khususnya. Selama ini, peringatan Hari Koperasi identik dengan seminar, pameran UMKM, pelatihan, maupun penghargaan bagi koperasi berprestasi. Namun, hadirnya sebuah buku yang mengangkat pengalaman lapangan dalam membangun koperasi di daerah kepulauan dinilai menjadi nilai tambah yang penting.

Buku "Menepis Gelombang Menuai Harapan" lahir dari pengalaman langsung penulis ketika mendampingi pelaksanaan Program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di Kabupaten Lingga.

Alih-alih menyajikan teori pembangunan yang bersifat akademis semata, buku tersebut menghadirkan potret nyata kehidupan masyarakat pesisir, tantangan geografis wilayah kepulauan, perjuangan para pengurus koperasi, hingga harapan besar terhadap masa depan ekonomi masyarakat.

Kisah-kisah yang ditulis menggambarkan bagaimana pembangunan koperasi di daerah kepulauan tidak selalu berjalan mudah. Faktor transportasi laut, keterbatasan jaringan komunikasi, akses perbankan, distribusi logistik, hingga ketergantungan masyarakat terhadap tengkulak menjadi bagian dari realitas yang masih dihadapi.

Gambar: Kehadiran berbagai stakholder Kepri dalam acara peluncuran buku 

Buku yang dibangun melalui pendekatan fakta,data dan sentuhan sastra ini, menjadikan penulis berusaha menunjukkan bahwa di balik berbagai tantangan tersebut masih tersimpan optimisme besar apabila koperasi dikelola secara profesional, transparan, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut, Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Kepulauan Riau, Riki Rionaldi, S.STP., M.Si., memberikan apresiasi atas lahirnya karya literasi buku tersebut.

Menurutnya, kehadiran buku yang mengangkat pengalaman lapangan memiliki nilai strategis karena mampu menjadi dokumentasi perjalanan pembangunan koperasi di Provinsi Kepulauan Riau.

Ia menilai pengalaman yang dituangkan dalam buku tersebut dapat menjadi bahan pembelajaran bagi para pengurus koperasi, pendamping, akademisi maupun pemerintah dalam menyusun berbagai kebijakan pengembangan koperasi ke depan.

Selain menjadi dokumentasi sejarah, buku seperti ini dinilai mampu memperkuat budaya literasi di lingkungan gerakan koperasi yang selama ini masih relatif terbatas.

Apresiasi tersebut sekaligus menjadi bentuk dukungan terhadap generasi muda Kepulauan Riau agar terus menghasilkan karya yang bermanfaat bagi masyarakat luas.

Sebagai penulis, Azrani Ery Saputra bin Azir mengaku bahwa proses penyusunan buku tersebut berangkat dari pengalaman yang ia temui secara langsung selama bertugas di berbagai desa kepulauan.

Menurutnya, banyak kisah perjuangan masyarakat yang tidak pernah terdokumentasikan secara utuh.

Ia melihat bagaimana para nelayan, pengurus koperasi, aparatur desa, hingga masyarakat kecil terus berusaha bertahan di tengah berbagai keterbatasan.

Penulis berharap buku tersebut bukan hanya menjadi bacaan, tetapi juga menjadi bahan refleksi bahwa pembangunan ekonomi kerakyatan memerlukan kolaborasi seluruh pihak.

Ia menegaskan bahwa koperasi bukan sekadar badan usaha, melainkan wadah gotong royong yang dapat menjadi solusi bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat apabila dikelola secara baik.

Di sela peluncuran buku, penulis dalam kesempatan pidato sambutannya menyampaikan harapan yang cukup sederhana namun penuh makna.

Penanda tanganan buku oleh Kadis Koperasi dan UMKM Prov.Kepri 

Ia berharap buku "Menepis Gelombang Menuai Harapan" yang lahir dari salah satu wilayah terluar Indonesia ini suatu hari dapat sampai ke tangan Presiden Prabowo Subianto. Harapan tersebut bukan semata-mata sebagai bentuk kebanggaan pribadi, melainkan agar pengalaman masyarakat pesisir Kepulauan Riau dapat diketahui secara langsung oleh pemimpin negara.

Melalui buku tersebut, penulis ingin memperlihatkan bagaimana implementasi pembangunan ekonomi kerakyatan berlangsung di wilayah kepulauan yang memiliki karakteristik sangat berbeda dibandingkan wilayah daratan.

Ia berharap berbagai pengalaman yang dituangkan di dalam buku dapat menjadi inspirasi dalam memperkuat kebijakan pembangunan desa, koperasi, dan ekonomi masyarakat pesisir di masa mendatang. Presiden Prabowo sendiri dalam berbagai kesempatan menekankan pentingnya penguatan ekonomi nasional melalui pemberdayaan masyarakat dan semangat nasionalisme.

Peluncuran buku ini juga memperoleh perhatian dari kalangan akademisi yang hadir. Menurut sejumlah dosen dan peneliti, buku yang ditulis berdasarkan pengalaman lapangan memiliki nilai ilmiah tersendiri karena mampu menghadirkan data sosial secara naratif. Literatur semacam ini dapat menjadi referensi pendukung bagi mahasiswa, peneliti, maupun pemerintah dalam memahami dinamika pembangunan ekonomi masyarakat pesisir. Mereka menilai bahwa pengalaman empiris sering kali memberikan perspektif yang tidak ditemukan dalam laporan administratif maupun kajian teoritis.Karena itu, dokumentasi seperti ini penting untuk terus dikembangkan sehingga menjadi bagian dari penguatan literasi pembangunan daerah.

Di Provinsi Kepulauan Riau, berbagai program penguatan kelembagaan koperasi terus dilakukan melalui peningkatan kapasitas sumber daya manusia, digitalisasi koperasi, perluasan akses pembiayaan, hingga pengembangan usaha berbasis potensi lokal.

Wilayah kepulauan memiliki tantangan tersendiri yang membutuhkan inovasi dalam tata kelola koperasi. Karena itu, kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, akademisi, dan masyarakat menjadi kunci keberhasilan pembangunan koperasi di daerah. Peluncuran buku tersebut dinilai sejalan dengan upaya membangun ekosistem koperasi yang tidak hanya kuat secara ekonomi, tetapi juga kaya akan dokumentasi, penelitian, dan literasi.dan tentunya bagi masyarakat Kabupaten Lingga, peluncuran buku tersebut menjadi kebanggaan tersendiri.

Karya seorang pemuda daerah yang berhasil diluncurkan pada momentum resmi Hari Koperasi tingkat Provinsi Kepulauan Riau menunjukkan bahwa generasi muda daerah mampu memberikan kontribusi nyata melalui karya intelektual.

Kabupaten Lingga yang selama ini dikenal memiliki potensi besar di sektor kelautan, perikanan, pariwisata, dan budaya Melayu. Melalui buku tersebut, berbagai potensi sekaligus tantangan pembangunan daerah kepulauan ikut diperkenalkan kepada khalayak yang lebih luas. 

Bagi masyarakat yang ingin membaca ataupun memiliki buku "Menepis Gelombang Menuai Harapan", penulis menyediakan akses pembelian secara daring melalui situs resmi bukunya:

Buku tersebut juga tersedia dalam format digital sehingga dapat menjangkau pembaca dari berbagai daerah. Kehadirannya turut didukung oleh kanal distribusi digital.

Peluncuran "Menepis Gelombang Menuai Harapan" menjadi salah satu momen yang paling berkesan dalam rangkaian Hari Koperasi Tahun 2026 di Provinsi Kepulauan Riau.

Di tengah berbagai agenda penguatan kelembagaan koperasi, lahirnya sebuah karya literasi menunjukkan bahwa pembangunan ekonomi tidak hanya membutuhkan modal dan kebijakan, tetapi juga dokumentasi pengalaman, gagasan, serta semangat untuk berbagi pengetahuan.

Melalui buku tersebut, perjalanan masyarakat pesisir, perjuangan koperasi, serta harapan akan masa depan ekonomi kerakyatan terekam dalam bentuk yang dapat diwariskan kepada generasi berikutnya.

Momentum ini sekaligus menjadi pengingat bahwa setiap langkah pembangunan akan memiliki makna yang lebih besar ketika tidak hanya dikerjakan, tetapi juga ditulis, didokumentasikan, dan dibagikan kepada masyarakat luas.(@red)

Selamatkan Warisan Alam Pulau Cawan INHIL: Jangan Biarkan Pantai Solop Tinggal Kenangan dalam Lagu

Views Juli 09, 2026

 

Gambar kondisi Pantai Solop Desa Pulau Cawan

Mandah, Indragiri Hilir – Di ujung pesisir Kecamatan Mandah, Kabupaten Indragiri Hilir, terbentang sebuah kawasan yang tidak hanya menawarkan panorama alam yang memikat, tetapi juga menyimpan sejarah, budaya, dan kehidupan masyarakat pesisir. Kawasan itu adalah Pantai Solop, destinasi wisata yang telah lama menjadi ikon Kabupaten Indragiri Hilir dan salah satu kebanggaan masyarakat Provinsi Riau.

Namun, di balik keindahannya, Pantai Solop kini menghadapi ancaman serius. Abrasi yang terus menggerus bibir pantai dari tahun ke tahun menjadi alarm bagi seluruh pihak. Jika tidak segera ditangani, masyarakat khawatir Pantai Solop perlahan akan kehilangan pesonanya, bahkan terancam hilang dari peta wisata pesisir Indonesia.

Bagi masyarakat Desa Pulau Cawan, Pantai Solop bukan hanya lokasi wisata yang ramai dikunjungi saat hari libur. Pantai ini merupakan bagian dari identitas, ruang hidup, dan warisan alam yang telah menemani kehidupan masyarakat selama puluhan tahun.

 

Pantai Solop memiliki nilai yang jauh lebih besar daripada sekadar objek rekreasi. Kawasan ini menjadi sumber kehidupan bagi masyarakat pesisir, tempat berkembangnya usaha mikro, lokasi aktivitas nelayan, hingga ruang interaksi sosial dan budaya masyarakat setempat.

Keindahan hamparan pantai yang berpadu dengan kawasan mangrove menjadikan Pantai Solop memiliki daya tarik wisata sekaligus fungsi ekologis yang sangat penting.

Ekosistem mangrove di sekitar kawasan pantai berperan sebagai benteng alami penahan gelombang, habitat berbagai jenis ikan, udang, kepiting, serta tempat berkembang biaknya berbagai biota laut yang menjadi sumber penghidupan nelayan.

Ketika kawasan pesisir mengalami kerusakan, bukan hanya sektor pariwisata yang terdampak, tetapi juga keseimbangan lingkungan dan kehidupan masyarakat yang bergantung pada laut.

Abrasi Menjadi Ancaman Nyata

Dalam beberapa tahun terakhir, masyarakat mulai merasakan perubahan pada garis pantai. Gelombang laut yang terus menghantam pesisir menyebabkan daratan semakin terkikis.

Kondisi tersebut tidak hanya mengancam kawasan wisata, tetapi juga infrastruktur, vegetasi pantai, dan ekosistem pesisir yang selama ini menjadi pelindung alami Desa Pulau Cawan.

Masyarakat berharap pemerintah segera melakukan langkah-langkah mitigasi melalui pembangunan tembok pemecah ombak (breakwater), rehabilitasi kawasan mangrove, penguatan vegetasi pantai, serta penyusunan tata kelola kawasan pesisir yang berorientasi pada keberlanjutan.

Langkah tersebut dinilai penting agar abrasi tidak semakin meluas dan mengancam keberadaan Pantai Solop di masa mendatang.

Gambar kondisi terkini Pantai Solop - Inhil

Pelestarian Pantai Solop bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga seluruh elemen masyarakat.

Kawasan pesisir yang terjaga akan memberikan manfaat jangka panjang, baik dari sisi ekonomi, lingkungan, maupun sosial. Sebaliknya, jika kerusakan terus dibiarkan, biaya pemulihan di masa depan akan jauh lebih besar dibandingkan biaya pencegahan yang dilakukan saat ini.

Pantai Solop memiliki potensi untuk berkembang menjadi destinasi wisata bahari kelas nasional apabila didukung oleh infrastruktur yang memadai, pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan, dan pemberdayaan masyarakat lokal.

Konsep wisata berbasis konservasi diyakini mampu menciptakan keseimbangan antara peningkatan ekonomi masyarakat dengan perlindungan lingkungan pesisir.

Bagi masyarakat Indragiri Hilir, nama Pantai Solop telah lama dikenal, bahkan menjadi inspirasi dalam berbagai karya seni dan cerita tentang pesisir Riau. Namun masyarakat berharap, Pantai Solop tidak hanya hidup dalam lirik lagu atau cerita nostalgia.

Mereka ingin anak-anak dan cucu mereka kelak masih dapat menyaksikan hamparan pasir, menikmati angin laut, melihat hutan mangrove yang hijau, dan merasakan keindahan Pantai Solop sebagaimana yang dirasakan masyarakat hari ini.

Karena itu, penyelamatan Pantai Solop harus menjadi agenda bersama yang melibatkan pemerintah pusat, Pemerintah Provinsi Riau, Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir, akademisi, dunia usaha, organisasi lingkungan, serta masyarakat.

Pantai Solop adalah aset alam yang tidak tergantikan. Sekali hilang akibat abrasi dan kerusakan lingkungan, proses pemulihannya akan membutuhkan waktu puluhan bahkan ratusan tahun.

Melindungi Pantai Solop berarti menjaga benteng pesisir, mempertahankan sumber penghidupan nelayan, melestarikan ekosistem mangrove, memperkuat sektor pariwisata, sekaligus mewariskan kekayaan alam kepada generasi berikutnya.

Pantai Solop bukan sekadar destinasi wisata, tetapi identitas masyarakat pesisir Riau. Tanpa langkah nyata dalam penanganan abrasi dan pengelolaan berkelanjutan, generasi mendatang dikhawatirkan hanya mengenalnya melalui lagu dan cerita. Pantai Solop memiliki nilai wisata dan ekologi yang telah lama menjadi kebanggaan Kabupaten Indragiri Hilir.

Harapan masyarakat Desa Pulau Cawan sederhana: jangan menunggu hingga Pantai Solop benar-benar hilang baru kemudian bertindak. Selamatkan hari ini, agar anak cucu esok masih dapat menyaksikan keindahan warisan alam Indragiri Hilir, bukan hanya mendengarnya melalui lagu dan cerita. (red)

Silaturrahim dan Tabliq akbar peringatan tahun baru islam satu muharam 1437 Hijriyah 2015 Masehi, bersama keluarga besar Abituren Pondok Pesantren Musthafawiyah Kota Batam

Views Oktober 28, 2015
Silaturrahim dan Tabliq akbar peringatan tahun baru islam satu muharam 1437 Hijriyah 2015 Masehi, bersama keluarga besar Abituren Pondok Pesantren Musthafawiyah Kota Batam, dihadiri calon Wakil Gubernur Dr. H. Nurdin Basirun beserta calon wakil Walikota Batam Bapak Amsakar Ahmad, Minggu (25/10).
Kegiatan yang diselenggarakan digedung balai adat Kota Batam ini dalam rangka selain silaturrahim dan Tabliq Akbar, hal tersebut juga dalam rangka temu ramah bersama alumni yang tamatan dari pondok pesantren Musthafawiyah se-Provinsi Kepri.
dihadapan para Ustaz mengungkapkan betapa senangnya beliau karena berada ditengah-tengah para ustaz yang selalu menciptakan keindahan dan kedamaian dalam bermasyarakat untuk menciptakan masyarakat Kepri yang madani yang beriman dan ber akhlak mulia yang selalu bertaqwa kepada Allah SWT.
dan suasana seperti ini menurut Nurdin suasana yang sangat famili, dan suasana seperti ini sudah kami bangun di Kab. Karimun sejak dahulu sampai sekarang. dan kita harapkan suasana seperti ini bisa kita bangun bersama di Provinsi Kepri kedepan agar negeri kita tercinta ini Kepri akan selalu mendapatkan keberkahan disisi Allah, ungkap Nurdin.
Kedepan sebagai proritas peningkatan iman dan taqwa kami bersama bapak H.M. Sani akan menciptakan program hapalan Al-Quran satu hari satu ayat bagi anak-anak kepulauan riau. dan harapan kita semua program ini untuk pengenalan dan pemahaman nilai-nilai Al-Quran bagi anak-anak kita kedepan, dan program-program tersebut sudah kami laksanakan ketika kami (Nurdin) masih menjabat sebagai Bupati Karimun. dan diakhir sambutannya Nurdin mengungkapkan semoga apa yang kita lakukan hari ini dapat selalu mendapat berkah dan amalan yang kita pada hari ini akan lebih baik dari hari kemarin. 
From : Tim KKB

Dr. H. Nurdin Basirun lepas gerak jalan santai di warga perumahan kijang kencana Kota Tanjung Pinang

Views Oktober 28, 2015
Dr. H. Nurdin Basirun lepas gerak jalan santai di warga perumahan kijang kencana 1,2 dan mutiara bintan kelurahan batu sembilan kec. kijang kencana kota tanjung pinang, minggu (25/10).
menurut Nurdin dirinya tidak asing lagi dengan suasana seperti ini dan semoga dengan jalan santai ini tubuh kita akan semakin sehat dan pikiran kita akan menjadi bersih. selain itu juga jalan santai yang kita lakukan ini dapat meningkatkan silaturrahim yang sangat
harapan Nurdin kepada warga ini bukanlah pertemuan yang pertama dan teraher antara kita semua, akan tetapi ini adalah awal bagi kita untuk sama-sama membangun Provinsi Kepulauan Riau ini akan lebih baik lagi kedepannya. dan Nurdin juga mengharapkan dukungan dan doa restu dari warga masyarakat kijang kencana atas pencalonan beliau bersama bapak H.M. Sani selaku calon Gubernur Kepri periode 2016-2021 nomor urot satu, karena tanpa adanya dukungan dan doa restu kami tidak akan ada apa-apanya bagi masyarakat Kepri.
seusai pelepasan jalan santai Nurdin beserta rombongan ikut serta mengikuti jalan santai tersebut hingga akhir dan dilanjutkan dengan kegiatan senam sehat bersama dan makan bersama masyarakat kijang kencana.
erat antar sesama kita warga masyarakat di kec. kijang kencana pada umumnya dan bagi perumahan kijang kencana pada khususnya.

Silaturrahim bersama Masyarakat nelayan sekaligus penyerahan SK Grup rumpun nelayan Kecamatan seri kuala lobam Kabupaten Bintan

Views Oktober 28, 2015
Silaturrahim bersama msyarakat nelayan sekaligus penyerahan SK gerub rumpun nelayan kec. seri kuala lobam kab. Bintan senin (19/10).
Adi M. Nur selaku ketua panitia Harapan para nelayan untuk dapat menjadikan nelayan yang mandiri demi kehidupan sehari.
Ka. Himpunan nelayan Saparudin, mendukung dan menyatakan sikap kepada sanur Sani-Nurdin menjadi pemimpin kepri periode 2016-2021, dan harapan kami, jika bapak terpilih nantinya, bapak dapat mendukung kami para nelayan di lobam ini, krn kami para nelayan tidak tahu hukum dan pendidikan yang tinggi. Krn jika seandainya terjadi hal-hal yang tidak kita tidak inginkan terjadi ada tempat kami mengadu, sesuai kita semua ketahui bahwa daerah kita merupakan darah yang berbatasan dengan negara lain.
Nurdin Basirun. Saya sudah terbaca pemikiran msyarakat membutuhkan perubahan apa lg buat para nelayan menjadi sejahtera. Apa lagi pada siangnya nurdin sudah belusukan ke kampung-kampung nelayan di bintan ini. Selama saya memimpin karimun kelompok nelayan ini sangat saya perhatikan krn kita merupakan daerah perairan yang manyoritas penduduk kepri ini adalah kerjanya nelayan.
Apa yang kita lakukan hari ini adalah tugas dalam rangka mencari ridho Allah dan hablum minannas demi kemajuan dan kesejahteraan masyarakat nelayan pada khususnya. Dalam belusukan yang saya lihat di kelompok nelayan banyak yang diberikan bantuan itu yang sia-sia dengan tidak dimamfaatkan sebagai mana mestinya. Sebagaimana sesampainya Nurdin siangnya didesa teluk sasah kec. Seri kuala lobam, Nurdin berharap kepada para warga masyarakat tang berada dipinggiran pantai untuk dapat menjaga pantai dan laut kita agar tanpak bersih dan ikan akan datang di daerah kita dan semoga daerah ini akan dapat menjadi daerah pariwisata untuk penunjang perekonomian masyarakat. Dan kedepan kita harapkan sebelum kita memberi bantuan mari kita berondeng bersama-sama apa yang menjadi kebutuhan bagi masyarakat dan kita tidak mau bantuan itu sia-sia saja tidak sesuai dengan harapan bapak-bapak nelayan. Dan harapan ini bisa kami lakukan jika kami duduk nanti dan semua itu terletak pada tangan dingin bapak dan ibu untuk mendukung kami sebagai pemimpin kepri kedepan. Dan harpan Nurdin pada nelayan semua untuk tidak buang sampah di bibir pantai dan laut kita agar lingkungan laut bersih dan ikan pun banyak datang dilaut kita. Dan kepada para ketua kelompok nelayan yang baru diberikan Surat Keputusan SK agar dapat bekerja dengan sebaiknya karena tugas ini merupan amanah yang di berikan oleh masyarakat kepada bapak-bapak maka peganglah amanah ini dengan baik agar para masyarakat kita akan semakin sejahtera.

DR.H. Nurdin Basirun pulang kampung halamannya di kec. moro dan bersilaturrahim

Views Oktober 13, 2015
Dr.H. Nurdin Basirun pulang kampung halamannya di kec. moro dan bersilaturrahim serta mohon doa restu pada masyarakat atas pencalonannya sebagai wakil gubernur mendapingi bapak H.M. Sani sebagai gubernur kepri periode 2016-2021, sabtu (10/10).
nurdin basirun beserta rombongan di sambut masyarakat setibanya di pelabuhan moro dan kemudian diiring menuju ke lokasi kegiatan sekali gus makan siang bersama. 
nurdin mengungkapkan kegiaatan ini juga sama ini lakukan beberapa tahun yang lalu ketika ia ingin mencalonkan sebagai wakil bupati karimun, dan sekarang juga saya lakukan dengan tanpa ada rencana yang matang sebelum-sebelumnya akan tetapi ini saya lakukan secara sepontanitas akan tetapi terkejut saya alhamdulillah sambutan yang sangat hangat nurdin rasakan karena masyarakat moro sudah berbondong-bondong hadir pada pertemuan tersebut. 
bahkan salah seorang tokah masyarakat moro bapak H. Bahar mengatakan kami masyarakat moro sudah siap menghantarkan bapak Dr. H. Nurdin basirun menjadi wakil gubernur mendampingi bapak H.M. sani selaku gubernur kepri periode 2016-20121 menuju kemenangan pada pilkada tanggal 09 desember 2015 ini. 
Nurdin berharap kepada masyarakat moro untuk bulatkan tekat bersama-sama untuk siap menjadikan anak moro sebagai pemimpin kepri kedepan. 
dan saya yakin bahwa suara masyarakat moro tidak akan bisa dibeli dengan uang dan jika ada beberapa orang yang melenceng semoga kita doakan ia dapat kembali kejalan yang benar, ungkap nurdin 
seusai pertemuan bersama mayarakat moro nurdin beserta rombongan kembali melanjutkan perjalanannya ke kota kundur utara tepatnya di dusun IV Srimulio desa tg. berlian barat kec. kundur utara kab. karimun.
oleh : Tim KKB

Dr.H.Nurdin Basirun menghadiri acara wirid bulanan Badan Kontak Majlis Taklim (BKMT) Kec.Tebing Karimun

Views Oktober 07, 2015
Karimun- sabtu (26/9). Dr. H. Nurdin Basirun menghadiri acara wirid bulanan Badan Kontak Majlis Taklim (BKMT) Kec. Tebing di mesjid Darussalam Kel. Pamak Kec. Tebing, sabtu (26/9). 
kehadiran Nurdin pada saat ini berbeda dengan kehadirannya waktu-waktu yang terdahulu, yang biasa kedatangannya selaku Bupati karimun akan tetapi kedatangannya pada acara BKMT sebagai ustaz untuk memberikan pencerahan bagi ibu-ibu BKMT kec. Tebing, hal tersebut diungkapkan oleh salah seorang panitia ketika menyambut kedatangan Nurdin di mesjid Darussalam. 
Nurhayati selaku ketua BKMT kec. tebing mengatakan kegiatan tersebut merupakan kegiatan rutin tiap bulan yang dilselenggarakan oleh ibu-ibu BKMT kec. Tebing. 
tanpak berdeda hari ini kita telah didatangi oleh seorang ustaz kondang bapak DR. H. Nurdin Basirun, kami harapkan bapak dapat memberikan pencerahan kepada kami semua demi kelancaran kegiatan ibu-ibu BKMT kec. tebing. 
Nurdin Basirun dalam sambutannya mengatakan kegiatan ini adalah sebuah kegiatan yang bersifat pengorbanan yakni pengorbanan dalam meningkatan keimanan dan ketaqwakan kepada Allah SWT. dan semoga pengorbanan yang kita lakukan ini dapat dibalas dengan catatan amal dan menambahkan pahala bagi kita semua yang hadir pada hari ini.
dan diakhir pengorbanan kita dapat dipanggil oleh Allah SWT untuk melaksanakan ibadan Umrah dan Haji. 
dan yang paling terpenting marilah sama-sama kita dapat tingkatkan silaturrahim dan kebersamaan. 
kontribusi yang dilakukan oleh ibu-iubu BKMT sangatlah besar dalam peningkatan prekonomian di daerah kita khususnya bagi Kab. karimun dan Prov. Kepri pada umumnya 
pemerintah tidak bisa bergerak sendirinya jika tanpa adanya dorongan dan kerja sama dari segala pihak baik dari masyarakat maupun ormas-ormas salah satunya ibu-ibu BKMT seperti ini. 
selain pengembangan dibidang ekonomi dan pembangunan, akan tetapi pengembangan dibidang agama itu sangat penting, maka dari itu kita selalu meningkatkan pengembangan dibidang agama agar dapat menjadi ikon bagi kab. karimun kedepan. 
marilah kita sama-sama menjemput keberkahan agar permasalah yang kita alami seperti dipisit di karimun dapat berjalan dengan baik. 
sesuai dengan ayat yang dibacanya "jika seandainya penduduk negeri ini beriman dan bertaqwa, pasti kami akan limpahkan kepada mereka keberkahan dari langit dan bumi, akan tetapi jika mereka mendustakannya maka kami akan siksa meraka disebabkan perbuatannya" 
maka dari itu jika selama saya menjabat sebagai Bupati karimun selama 10 tahun itu merupakan keberkahan buat saya dan masyarakat maka di tanggal 09 desember 2015 nantilah jawabannya, tangan dingin bapak dan ibu-ibulah menentukan segalanya. ungkap nurdin diakhir sambutannya

Tim KKB


Follow us


Gallery


Channel DetikToday.TV

Gallery